Kamis, 05 Januari 2017

Public Speaking Class di Repoeblik Nongkrong

Hai kamu yang ada di Semarang dan sekitarnya, mau bisa bicara lancar di depan publik? Menghilangkan rasa grogi, gugup. dan tidak siap ketika pidato? Atau mau tampil percaya diri ketika diminta atasan naik ke panggung lalu presentasi hasil kerja selama satu bulan terakhir? Ayuk ikut acara Public Speaking Class pada Jumat, 13 Januari 2017, mulai Pukul 15.30 WIB di Repoeblik Nongkrong Coffee Shop, Jl. Sri Rejeki I/ 15 Kalibanteng, Semarang. Letaknya hanya 500 meter dari Bandara Internasional A Yani Semarang. 


Public Speaking Class kali ini diperuntukkan umum. Jadi kamu bebas mengajak siapa saja yang mau datang. Cukup membayar 45 ribu rupiah saja, kamu akan mendapat materi pelatihan, sarana, sertifikat, snack dan minum. Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi Miss Kiting di 0899 57777 00. 



Rabu, 30 November 2016

World Pear Day 2016

Hai kamu penggemar buah pear di manapun berada. Jangan lupa nih ada event seru buat kamu yang ada di Kota Semarang. Pada Sabtu, 3 Desember 2016, Tim Propaganda Alien akan bagi-bagi buah USA pear gratis buat kamu di kawasan Tugu Muda, iconnya kota lumpia tercinta. Selain bagi pear gratis, kamu juga bisa ikutan tuh kuis di Up Radio Semarang, frekuensi 98.5 FM. Follow instagramnya dan dapetin hadiahnya, hanya sampai 4 Desember lho. Seru kannnn?



Selain itu, buat kamu yang belum pernah makan buah pear dari negeri Paman Sam ini, silahkan datang ke Repoeblik Nongkrong, Jl. Sri Rejeki I/ 15 Kalibanteng, Semarang di hari Sabtu, 3 Desember 2016. Kamu bisa rasakan aneka makanan yang disajikan dengan nuansa dan rasa buah pear. Kurang apa lagi coba. Kamu bisa selfie, upload dan mention ke IG @upradiosmg dan @repoebliknongkrong biar kans untuk mendapatkan uang tunai bisa besar banget. Mau kan? Upload gaya kamu yang paling seru dan kreatif ya? Jangan lupa hastag #worldpearday #world🍐day #pearupindonesia di tiap postingan kamu.



Cerita juga pengalaman kamu yang paling unik mengenai buah pear ini. Silahkan komentar di sini atau upload saja opini kamu dengan mention di Instagram @UpRadioSmg dan @repoebliknongkrong yaaaa................. KEEP CALM and HAVE A PEAR. Pear UP Indonesia. Don't Miss It! USA Pear 2016 World Sampling Day - 3rd December 2016.



Senin, 14 November 2016

Obrolan Cafe: Intonasi dalam Berbicara

Dalam setiap kesempatan ketika berada di coffee shop, tidak sengaja saya mendengarkan obrolan beberapa costumer. Mereka datang dari berbagai kalangan, antara lain mahasiswa. Mereka sering belajar kelompok, berdiskusi, melakukan perekrutan anggota hingga rapat organisasi. Meskipun pada awalnya tak ada niatan mencuri dengar pembicaraan, mau tak mau telinga saya, dengan posisi duduk di kursi meja sebelahnya, otomatis merekam pembicaraan mereka. Kira-kira beginilah rangkuman rekaman saya.

ngobrol di Repoeblik Nongkrong coffee shop


1. Mereka berbicara minim intonasi. Beberapa orang berbicara ngotot, istilah kekiniannya ngegas terus tanpa memainkan kopling. Terbayang kan apabila kita menyetir mobil dalam posisi ngegas terus. Apa yang terjadi? Nabrak? Panik di tikungan? Dan hal-hal semacam itulah yang akan mereka alami. Padahal kalau mereka agak cooling down, memainkan intonasi dalam penyampaian materi, akan lebih enak didengar. Dampaknya orang akan mengamini pendapat, paling tidak memahami apa yang disampaikan dengan perasaan enak dan tidak berpacu dalam kegugupan karena penyampaian yang ngegas tadi.

2. Lemah artikulasi. Lagi-lagi ini masalah sebagian orang ketika berbicara di depan publik. Pembicara menyampaikan materi dengan artikulasi lemah, membuat pendengar tak hirau dengan apa yang disampaikan. Tak jarang audience bertanya ulang pada teman di sebelahnya,"bilang apa tadi?" Materi bagus yang disampaikan pembicara jadi berkurang nilainya karena penggunaan artikulasi yang tak maksimal.

3. Dominan. Di antara sekian anggota komunitas, hanya beberapa yang dominan berbicara atau menyampaikan pendapat. Layaknya sebuah team, sebaiknya semua harus berbicara. Ini yang sering terjadi di beberapa organisasi mahasiswa. Sebaiknya leader komunitas harus memotivasi anggota yang tak banyak bicara, karena siapa tahu justru ide brilliant datang dari sang pendiam. Sebaliknya, sang pendiam juga harus belajar aktif menyampaikan gagasan, sehingga anggota yang terlalu banyak berbicara tapi kurang memiliki ide cemerlang bisa diminimalisasi.

Itu beberapa catatan saya ketika mendengar obrolan costumer di Repoeblik Nongkrong Coffee Shop. Nanti masih ada catatan saya yang lain. Seperti apa? Tunggu saja :) 

Minggu, 06 November 2016

Workshop Presenter 2016

Akhirnya Workshop Presenter 2016 sudah terlaksana pada Jumat, 28 Oktober 2016 di Up to Cafe, Jl. Sidodadi Timur 24 Semarang. Peserta datang tepat waktu dari pukul 15.00 WIB. Peserta yang datang dengan latar belakang berbeda ini antusias mengikuti acara sepanjang waktu. Ini terlihat dari pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari tiap peserta. Seperti apa lebih jelasnya? Yuk ikuti postingan saya berikut ini beserta foto-fotonya.

Riri Novita menyampaikan presentasi Mengapa Perlu Workshop Presenter

Acara dibuka oleh Bp. Zaenal yang merupakan dosen Fakultas Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia UPGRIS. Memiliki latar belakang jurnalistik beliau berkenan sharing tentang pengalamannya menjadi wartawan. Apa saja skill yang harus dipunyai seorang jurnalis, langkah-langkah, tips dan lainnya. Kemudian paparan kedua disampaikan oleh Saya, selaku kepala sekolah Broadcast Class. Mengapa perlu workshop presenter? Karena banyak presenter yang belum memiliki skill memadai. Ini penting dilakukan sebab presenter menghadapi public sebagai pendengar. Apalagi kalau kita berbicara pada ranah radio. Radio menggunakan frekuensi public untuk menyiarkan program. Tentunya ini harus diimbangi dengan materi yang bermanfaat, sebagai wujud tanggung jawab penyiar kepada public. Banyak sekali penyiar yang hanya sekedar bisa siaran tanpa memperhatikan content. Nah, dengan adanya workshop, diharapkan penyiar bisa menerapkan pola tersebut. 
Peserta dan instruktur berpose bersama usai acara workshop

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Shanty Rosalia, praktisi penyiaran yang sudah expert di bidangnya. Peserta banyak bertanya mengenai teknik vokal, tips bagaimana bisa lancar siaran, dan banyak lagi. Shanty yang sudah lama sekali menggeluti profesi ini dari menjadi penyiar, marketing, konsultan hingga station manager menjawab pertanyaan audience dengan semangat. Workshop selama sekitar 3 jam menjadi tak terasa karena interaksi peserta dan instruktur terjalin dengan baik. Acara juga diselingi dengan games dan pemberian doorproze kepada peserta.  

Yang pasti seru banget acaranya. Buat kamu yang ketinggalan acara sering-sering saja aktif mention kami di twitter @broadcastclass atau telepon ke 0248441480, email: broadcastclass.info@gmail.com untuk mengetahui agenda acara pelatihan. Kamu juga bisa memberikan usulan atau ide yang relevan dengan penyiaran dan lainnya. Sampai jumpa. 


Minggu, 16 Oktober 2016

Workshop Presenter 28 Oktober 2016

Anda bercita-cita menjadi presenter? Atau dari kecil sempat terkagum-kagum dengan presenter yang membawakan acara di TV atau radio? Kok bisa ya mereka lancar berbicara tanpa gugup? Perlukah sekolah dulu atau bisakah belajar otodidak? Di mana sekolahnya? Haruskan melalui perguruan tinggi atau cukup hanya lulusan sekolah menengah dan kejuruan? Aha! Di era internet seperti sekarang belajar bisa di mana saja dan kapan saja. Ada youtube yang menayangkan bagaimana belajar public speaking, berbahasa inggris, dan lainnya. Tapi tak jarang ada yang merasa lebih afdol kalau benar-benar bisa bertatap muka dan belajar dengan sang ahli. Anda termasuk yang mana?

Peserta Broadcast Class Angkatan III

Saya bersama broadcaster berpengalaman Shanty Rosalia dan team sebagai pelaku di media radio dan sebangsanya bekerjasama dengan 98.5 Up Radio akan menyelanggarakan Workshop Presenter pada Jumat, 28 Oktober 2016, mulai Pukul 15.00 WIB sampai selesai di Semarang. Di sini peserta akan mengetahui bagaimana cara menjadi presenter, menjadi presenter yang baik sampai apa saja sih suka duka menjadi presenter? Nah kalau Anda berminat silahkan saja telepon Nanda/ Pungky setiap hari kerja di 024 8441480 atau email: broadcastclass.info@gmail.com.

Di workshop ini Anda akan bergabung dengan banyak teman baru yang terdiri atas berbagai profesi dari mahasiswa, anak sekolah hingga profesional. Peserta akan mendapat sertifikat, snack, dan sarana pelatihan yang nyaman. Serunya lagi nanti akan dipilih satu peserta terbaik yang akan mendapat cashback 400.000 untuk ikutan Broadcast Class. Makanya selama workshop, Anda harus antusias dan aktif. Ayuk bergabung dan siap-siap menjadi presenter cakap dan berkelas!

Jumat, 14 Oktober 2016

Mimpi

Ini saya tulis setelah semalam bertemu dengan teman di cafe. Ia punya mimpi besar. Saya sebagai teman ikut terbawa semangatnya dan kagum dengan keberaniannya. Sebagai seorang pemuda yang punya banyak prestasi dan berjiwa entrepreuneurship, saya sangat percaya mimpinya bisa terwujud. Beruntung sekali saya punya beberapa teman seperti itu. Yang pasti keberadaannya sangat membantu ketika saya sedang tak bersemangat atau butuh teman diskusi. Masukan-masukannya bisa saya pahami dan membuat saya bangkit untuk lebih bersemangat lagi.

Lalu salah satu kesimpulan dari pembicaraan kami kira-kira seperti ini. Tiap orang berhak bermimpi, setinggi-tingginya, sebesar-besarnya. Dalam pelaksanaannya teman kita akan terbagi menjadi 2 kelompok: 1 kelompok mendukung mimpi dan kelompok lain menghambat mimpi kita. Pada akhirnya kita akan berterima kasih kepada keduanya, karena justru itu yang membuat mimpi kita terwujud. Pernah punya pengalaman sama dengan hal ini? Toss!



Saya pernah mengalami hal itu. Ketika kita punya mimpi lalu kita sampaikan ke teman memang ada yang mencibir, tapi ada yang mengamini dan mendukung supaya mimpi kita bisa terealisasi. Barisan pertama ini justru membuat saya geregetan dan membuat saya lebih terpacu untuk segera merealisasikan mimpi. Tanpa cibiran ini mungkin saya akan santai dan tak segera cepat mewujudkan mimpi. Finally ketika mimpi itu tercapai siapa yang akan puas? Tentunya kita sang pemimpi. Dan mimpi itu akan terjadi kalau kita juga niat mewujudkannya. Bukan sekedar bicara, berkoar-koar tanpa konsistensi. 

Pelan tapi pasti, satu langkah demi langkah nantinya bisa kok meraih mimpi itu.

Selasa, 06 September 2016

Kopi Pagi

Kopi pagi ini berbeda dari biasanya. Senin pagi sebelum siaran, seperti biasa saya ke pantry untuk membuat kopi. Seorang Office Boy (OB) kantor, Mas Budi, mendatangi saya,"Mbak saya nunut ngeprint." Saya,"Ngeprint apa, mas?" Ternyata ngeprint kartu Rencana Studi (KRS) istrinya. Dari situ saya baru tahu ternyata istrinya tergerak untuk kembali kuliah. Sebagai seorang suami, mas Budi menyetujui keinginan istrinya, dengan alasan setelah lulus bisa mendapat peluang kerja lebih baik. Istri Mas Budi berprofesi sama, OB di kantor lain. Sedangkan Mas Budi tidak kuliah karena sudah capek mikir dan mempersilahkan istrinya melanjutkan pendidikan lebih tinggi.


Sayapun iseng melanjutkan pertanyaan,"Lho Mas nggak malu, kan sampeyan laki-laki kok pendidikannya lebih rendah dari istri?" Mas Budi tersenyum tulus,"Sama saja mbak. Karena ia niat ya saya mendukung saja. Toh ini untuk keluarga juga. Kalau masa depannya menjadi lebih baik kan keluarga juga ikut merasakan manfaatnya." Yeahh! Ternyata Mas Budi kekinian juga pandangannya. Pagi itu saya menjadi bersemangat dan penuh energi. Satu orang berpandangan positif menjadikan pagi saya begitu berarti.

Di dalam lubuk hati saya tersentuh. Tak menyangka sama sekali hasrat istri Mas Budi begitu besar. Ia bilang ini pengaruh dari teman-temannya yang sama-sama bertekad kuliah lagi demi masa depan yang lebih baik. Semoga banyak lagi orang yang berkeinginan sama dengan Fitri, istri Mas Budi. Hasil jerih payahnya semoga bermanfaat untuknya dan keluarga, seperti harapan Mas Budi. Aamiin.