Sabtu, 04 Juli 2015

Teman Sahur

Bulan puasa tahun ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Kalau biasanya saya sangat malas makan sahur. Tahun ini, ada suasana baru. Sedang merintis bisnis bersama sepupu, saya berniat membuka order pengiriman makan sahur, sekaligus bisa merayakan sahur bersama teamwork, di cafe. Tantangan yang luar biasa. Karena artinya saya harus full selama ramadhan mengalokasikan waktu untuk ini. Padahal tiap Senin-Jumat saya sudah deal siaran part time di radio dari jam 6-10 pagi. Well, I am ok! 

#selfie menjadi salah satu hiburan ketika mata sudah 5 watt 

Bersama Ninda, teman duet pagi membuat segalanya mudah. Tentunya dengan dukungan tim sebelumnya yang membantu mempersiapkan semua material sahur, ada Yuni, Ajeng, Andy, Husni dan Aby. Mereka semua luar biasa. Sahur menjadi hal menyenangkan, sekalian membantu membangunkan costumer, semoga menambah pahala. Tetapi jam biologis menjadi berubah, siang hari saya tidur, malamnya begadang. Ditambah, kami punya pelanggan tetap, bule dari Belgia yang muslim, tetangga yang hampir tiap malam datang ke cafe hingga sahur. Seru kan? Jadi tim pagi menjadi 3 orang, satu tenaga impor haha...

Suka dukanya banyak, salah satunya bisa menjadi lebih dekat dengan costumer. Kemudian bisa makan sahur bersama team, layaknya sebuah keluarga, teratur jam biologisnya --selama sebulan, ramadhan-- kemudian mengasah kemampuan memasak. Ahaiy! Ngetes juga kalau mendapat order banyak, bisa nggak sih menjalankannya? Ternyata bisa. Thanks, God. Terus lagi diuji ketahanan fisiknya. Ini sih nggak nahan ujiannya, musti extra kuat haha. Sampai sejauh ini semua lancar, alhamdulillah. Semoga ini bisa menjadi pijakan yang bagus untuk pijakan selanjutnya yang lebih besar. Aamin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar